Pages

Rabu, 04 Agustus 2010

Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang nyaman


Menurut teori empirisisme dikatakan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Jika lingkungannya baik maka mereka akan menjadi baik dan jika lingkungannya jelek maka mereka akan menjadi jelek. Meskipun tidak semua manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungan, tetapi disepakati oleh semua ahli bahwa lingkungan berpengaruh terhadap perilaku manusia.
Rasulullah saw juga bersabda,

"Setiap Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka tergantung kepada kedua orang tuanya, akan menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menegaskan bahwa pada dasarnya manusia itu baik, tetapi lingkungan berpengaruh kepada manusia, akan menjadikannya semakin baik atau menjadi buruk. Jika lingkungan manusia baik, maka manusia akan menjadi baik dan jika lingkungannya buruk maka mereka juga akan hidup dalam keadaan buruk.

Keadaan seperti ini juga berlaku bagi lingkungan kerja kita. Alangkah nikmatnya kita bekerja jika lingkungan kerja kita terasa nyaman dan menyenangkan. Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, menjadikan kita betah dalam bekerja dan bersemangat dalam menjalankan tugas. Akan tetapi jika lingkungan tempat bekerja kita keruh, penuh dengan permusuhan, saling menjatuhkan, kurang nyaman dan sebagainya, bisa menjadikan semangat kerja kita melemah dan enggan menjalankan tugas.
Menurut saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman di tempat kerja kita di antaranya adalah:

a. Tumbuhkan rasa saling cinta. Saya sepakat dengan teori yang mengatakan bahwa cinta merupakan sumber segala kebaikan. Karena cinta kita ada dan karena cinta kita tiada. Islam mengajarkan bahwa “seorang muslim adalah orang yang mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” Karena pentingnya cinta ini, Rasulullah menjadikan cinta sesame muslim sebagai syarat seseorang bias disebut mukmin dan muslim.
Begitu juga di lingkungan kerja kita. Setiap anggota organisasi di lingkungan kerja harus menyadari bahwa mereka bersaudara dan harus saling mencintai. Ibarat satu tubuh yang utuh, jika ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lainnya ikut merasa sakit. Sebaliknya, jika satu anggota tubuh merasa senang, maka anggota tubuh yang lain juga ikut merasakan kesenangan. Jika rasa cinta ini sudah tumbuh, baik cinta kepada lembaga maupun cinta kepada sesame kolega dan rekan kerja, maka akan tumbuh gairah untuk bekerja secara sungguh-sungguh.

b. Ciptakan kebersamaan. Pada dasarnya, organisasi suatu lembaga pendidikan, tidak mungkin bias berjalan jika semua anggotanya bekerja sendiri-sendiri, karena mereka adalah satu tim yang memiliki satu tujuan, yaitu mencapai visi dan misi lembaga pendidikan tersebut. Ibarat sebuah kendaraan, mereka adalah para onderdil yang menempati posisi-posisi tertentu. Ada yang ditempatkan di daerah yang panas, seperti mesin dan kenalpot yang pekerjaannya berat dan panas. Ada yang Cuma menjadi asesoris supaya terlihat keren, seperti bodi kendaraan. Ada pula yang berada di tempat yang nyaman dan diduduki oleh cewek-cewek cantik, yaitu jok sepeda. Meskipun mereka menempati tempat yang berbeda-beda, tetapi tujuan mereka sama, yaitu menjadikan perjalanan enak dan nyaman sehingga sampai kepada tujuan.

Begitu juga dengan kebersamaan dalam melaksanakan tugas organisasi di lembaga pendidikan. Setiap orang dalam organisasi harus bias bekerjasama dengan yang lain dalam mencapai tujuan organisasi, baiak dia berada di lahan yang kering maupun basah. Memang harus ada di antara mereka yang bertempat di lahan pekerjaan yang gampang dan basah, tetapi ada juga di antara mereka yang berada di lahan yang susah dan kering. Karena itu, pimpinan di lembaga pendidikan harus bias membuat kebijaksanaan agar terjadi keseimbangan di antara mereka, baik dengan meningkatkan kesejahteraan maupun rolling jabatan.

c. Hargailah Jerih Payah bawahan: Setiap orang pasti ingin dihargai hasil kerja dan jerih payahnya. Penghargaan terhadap hasil karya seorang pegawai, dapat meningkatkan kinerjanya. Penghargaan bias dilakukan dengan dua hal, yaitu materiil dan non materiil. Penghagaan secara materiil bias dilakukan dengan cara memberikan “reward” berupa barang atau uang, kepada orang-orang yang berprestasi di lingkungan kerja. Jika penghargaan yang berupa barang atau uang tidak mungkin diberikan, maka penghargaan bias juga diberikan melalui ucapan yang baik atau dukungan moril. Misalnya, pimpinan mengatakan kepada bawahannya dengan kata-kata “bagus, sip, kamu memang hebat, teruskan” dan sebagainya. Sikap positif seperti ini, dengan sendirinya dapat meningkatkan semangat dan kinerja pegawai meskipun mereka tidak diberi penghargaan uang atau barang. Tetapi alangkah baiknya jika kedua jenis penghargaan itu bias diberikan secara bersama-sama.

d. Hindari perselisihan: Salah satu factor yang dapat memperkeruh suasana kerja sehingga menjadi linkungan kerja yang tidak sehat adalah adanya perselisihan di antara rekan kerja. Memang tidak mungkin adanya perbedaan pendapat di antara teman-teman organisasi ditiadakan, karena setiap orang memiliki pendapat masing-masing yang bias jadi berbeda dengan teman-teman yang lain. Tetapi masalahnya adalah bagaimana caranya mengeliminir perbedaan dan menghindari perselisihan. Salah satu caranya adalah pimpinan organisasi harus sering membuat forum-forum musyawarah untuk membicarakan berbagai macam problem yang muncul di lingkungan organisasi.

e. Ciptakan komunikasi yang baik: salah satu factor yang dapat mengantarkan seseorang berhasil dalam bekerja dan berkarir adalah kemampuannya dalam berkomunikasi. Komunikasi yang baik diawali dengan perkataan yang baik, sopan dan tidak menyakiti orang lain. Setiap pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain, harus diucapkan dengan kata-kata yang pas dan enak, sehingga tidak menyinggung perasaan mereka. Sesuatu yang baik, jika disampaikan dengan cara yang tidak baik, maka akibatnya akan tidak baik. Sebaliknya, sesuatu yang sebenarnya menyakitkan, tetapi disampaikan dengan cara yang baik, maka akan berakibat baik. Karena itu, Islam mengajarkan beberapa cara dalam berkomunikasi, yaitu dengan kata-kata seperti: qaulan karima (kata-kata yang baik), qoulan sadida (kata-kata yang benar) dan sebagainya.

f. Tingkatkan rasa saling percaya kepada orang lain: factor lain yang dapat menjamin terciptanya lingkungan kerja yang baik adalah adanya rasa saling percaya kepada sesame teman dalam organisasi. Setelah job diskripsi disampaikan, maka mereka diberi kepercayaan penuh untuk melaksanakan tugas-tugas mereka agar tetap berjalan dengan baik. Meskipun demikian, para pimpinan harus tetap mengontrol perkembangan pekerjaan yang telah dipercayakan kepada bawahan. Tidak adanya saling percaya kepada rekan kerja, bawahan atau pimpinan, dapat melemahkan kinerja seseorang. Sebaliknya, jika seseorang telah dipercaya dan dia bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, maka dengan sendirinya dia akan meningkat kinerjanya Karen akepercayaan yang telah diamanatkan kepadanya.

g. Hindari sikap egois: sifat egois atau ingin menang sendiri termasuk salah satu penyakit yang sering muncul dalam sebuah organisasi kerja di lingkungan apapun berada. Egoism yang berlebihan bias mengakibatkan adanya benturan dengan sesame teman di dalam organisasi. Sebenarnya, sifat egoism ini tidak seluruhnya buruk, karena dengan egoism seseorang menjadi lebih tegas dan berpendirian. Tetapi jika sifat egoism itu berbenturan dengan kepentingan orang lain, akan berakibat negative, apalagi jika ego kita tersebut kita paksakan kepada orang lain. Karena itu, situasi dan kondisi yang ada, harus tetap menjadi pertimbangan dalam menetapkan suatu keputusan, bukan hanya didasarkan pada egoism jabatan, pimpinan dan sebagainya. Bila masing-masing anggota organisasi dapat menyingkirkan sifat egoisnya, maka lingkungan kerja kita akan menjadi lebih baik dan nyaman, sehingga suasana kerja menjadi enak dan bersemangat.


h. Berbicaralah jika ada masalah: salah satu hal yang menjadikan komunikasi terhambat antar teman dan kolega di lingkungan kerja kita adalah karena mereka menyimpan masalah mereka sendiri-sendiri dan tidak dibicarakan secara baik dan terang-terangan. Jika masalah itu disimpan dan terus menumpuk, maka lama kelamaan akan meledak jika telah sampai pada titik kulminasinya. Untuk menghindari ledakan yang besar, maka harus dilakukan komunikasi yang jelas antar sesame anggota organisasi, sehingga setiap permasalahan yang muncul bias tertangani dengan segera sejak pertama kali muncul.

Itulah beberapa hal yang menurut saya perlu dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan baik di lembaga pendidikan yang sedang kita kelola. Semoga beberapa pokok pikiran yang saya sampaikan tentang upaya penciptaan lingkungan kerja kita nyaman di atas dapat memberikan sedikit masukan bagi para pembaca, sehingga bias kita terapkan di lingkungan kerja kita masing-masing agar kita pun bias bekerja dengan baik, tenang dan bersemangat. Wallahu a’lam bishawab.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Sukses Broooo