Pages
Kamis, 03 Maret 2011
Kesempatan Mengikuti Diklat Tahun 2011 di SEAMEO QITEP in Mathematics
Pada tahun 2011 ini, SEAMEO QITEP in Mathematics akan menyelenggarakan diklat-diklat reguler sebagai berikut :
untuk SMA Nama Diklat:
Course on Differentiated Instruction/ Heterogeneous Mathematics Class Instruction
(Diklat pembelajaran matematika untuk mengajar murid dengan kemampuan yang berbeda-beda)
pelaksanaan 29 Mei - 18 Juni 2011
Diklat dilaksanakan di SEAMEO QITEP in Mathematics (PPPPTK Matematika)
Jl. Kaliurang Km. 6, Sambisari, Depok, Sleman, Yogyakarta
Untuk itu kami mengundang Bapak/ Ibu Guru dari seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi sebagai peserta diklat tersebut dengan persyaratan :
1. Guru pemandu/pengembang matematika yang terlibat aktif di KKG/MGMP Matematika (sebagai pengurus lebih diutamakan), dibuktikan dengan keterangan dari ketua KKG/MGMP yang disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota/ kabupaten/ Propinsi.
2. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik aktif maupun pasif, yang dibuktikan dengan fotokopi sertifikat TOEFL (minimal 425) dan tes wawancara.
3. Berusia maksimal 50 tahun, dan bagi wanita tidak dalam keadaan hamil (dibuktikan dengan surat keterangan dokter)
4. Berbadan sehat, dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
5. Menyertakan biodata atau curriculum vitae.
6. Diklat tahun 2011 ini diperuntukkan bagi guru yang belum pernah mengikuti diklat di SEAMEO QITEP in Mathematics.
Persyaratan tersebut discan dan dikirimkan ke qitepinmath@yahoo.com dengan mencantumkan nama diklat pada subject email dan nomor HP (nomor akan dihubungi untuk untuk mengetahui kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris).
Kuota peserta dari Indonesia adalah 14 orang untuk masing-masing diklat. Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi bagi peserta diklat dibebankan pada DIPA PPPPTK Matematika Yogyakarta tahun 2011 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi:
SEAMEO QITEP in Mathematics
Jl. Kaliurang Km. 6, Sambisari, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. : 0274 889987, 889955
Fax. : 0274 887222
Email : qitepinmath@yahoo.com
Atau :
1. Fadjar Shadiq
HP : 08156896973
Email : fadjar_p3g@yahoo.com
2. Anna Tri Lestari
HP : 08164227388
Email : annanda_17@yahoo.com
SMS Gratisan di Internet
Sms gratis di intenet ini di persembahkan oleh axis salah satu operator seluler di negri ini yang banyak memberikan keuntungan bagi para usernya,dengan banyaknya promo bonus yang gila-gilaan, akan tetapi jujur saya tidak menggunakan axis untuk layanan operator hp saya heee, akan teatapi tidak ada salahnya jika kita mencoba salah satu layanan sms gratis lewat internet ini
Layanan sms gratis via internet ini ada beberapa macam tipe, ada yang langsung pakai ada juga yang mewajibkan kita install semacam softwarenya,akan tetapi yang nama gretongg ya pasti kita lakukan apapun asal kita bisa mendapatkan fasilitasnya
Salah satu contoh situs penyedia layanan sms gratis di intenet adalah http://www.axisflash.info/ dimana disana kita cukup memasukan no tujuan yang akan kita sms, dan enaknya lagi kita bisa mengirim sms gratis ke teman dengan disertai nama kita, meski layanan yang lainjuga bisa heee, sms yang akan diterima berjenis sms flash yakni sms yang langsung membuka di layar hp kalian tanpa harus membuka inbox sms tersebut berikut ini screen shootnya
sms gratis di intenet sepuasnya
Bagi yang suka gratis silahkan saja mencoba layanan sms gratis di internet sepuasnya ini semoga bisa membantu
Senin, 07 Februari 2011
Bagi - bagi uang lewat Facebook
Cara mencari uang lewat facebook.Ternyata facebook yang sudah berkembang sangat cepat di
Untuk anda yang tidak tau bagaimana kita bisa mencari uang lewat facebook saya akan memberikan kepada anda bagaimana mencari uang lewat facebook dengan mudah, karena ini semua bisa dilakukan oleh semua orang yang mempunyai facebook, kalau anda tidak mempunyai facebook jangan pernah harapkan anda bisa mencari uang lewat facebook. Misalkan anda belum tau membuatnya saya memberikan dan anda bisa melihat di sini :cara membuat facebook.
Untuk mencari uang lewat facebook kamu bisa lihat di bawah ini :
1. Kamu harus login duluh di facebook.com
2. Lalu kamu masuk di facebook kamu.
3. copy paste alamat ini: http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=1739751188
4. Kalau sudah kamu tekan izinkan, nantik akan ada tampilan seperti ini :
Untuk mencari uangnya anda bisa menjawab pertanyaan yang suda di sediakan oleh facebook.
untuk mendapatkan rupiah :
1. Setiap jawaban yang benar kamu akan mendapatkan Rp. 150,-
2. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat kamu (downline 1), kamu akan mendapat Rp. 60,-
3. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat downline 1 kamu (downline 2), kamu akan mendapat Rp. 50,-
4. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat downline 2 kamu (downline 3), kamu akan mendapat Rp. 40,-
Senin, 31 Januari 2011
Menjadi Guru yang Ideal
- Selalu istiqomah dalam muraqabah kepada Allah SWT. (Muraqabah = melihat Allah SWT dengan mata hati dan menghubungkan dengan perbuatan yang telah dilakukan selama ini)
- Senantiasa berlaku khauf (takut kepada Allah SWT) dalam segala ucapan dan tindakan.
- Bersikap tenang.
- Bersifat wara’. (Wara’ = keluar dari setiap perkara subhat dan mengoreksi diri dalam setiap keadaan)
- Selalu bersikap tawadhuk. (Tawadhuk = merendahkan diri dan melembutkan diri terhadap makhluk, atau patuh kepada kebenaran dan tidak berpaling dari hikmah, hukum dan kebijaksanaan)
- Selalu bersikap khusyuk kepada Allah SWT.
- Menjadikan Allah SWT sebagai tempat meminta pertolongan dalam segala keadaan.
- Tidak menjadikan ilmu sebagai tangga mencapai keuntungan duniawi, baik jabatan, harta, popularitas, atau agar lebih maju dibanding temannya yang lain.
- Tidak diskriminatif terhadap murid.
- Bersikap zuhud dalam urusan dunia sebatas apa yang ia butuhkan, yang tidak membahayakan diri sendiri, keluarga, sederhana dan qana’ah.
- Menjauhkan diri dari tempat-tempat yang rendah dan hina menurut manusia, juga hal-hal yang dibenci oleh adat setempat.
- Menjauhkan diri dari tempat-tempat kotor dan maksiat walaupun jauh dari keramaian.
- Selalu menjaga syiar-syiar Islam dan zharir-zhahir hukum, seperti shalat berjamaah dimasjid, menyebarkan salam, amar ma’ruf nahi munkar dan senantiasa berlaku sabar terhadap musibah yang dihadapi.
- Menegakkan sunnah-sunnah dan menghapus segala hal yang mengandung unsur bid’ah, menegakkan segala hal yang mengandung kemaslahatan dengan jalan yang dibenarkan.
- Membiasakan diri untuk melakukan sunnah yang bersifat syariat, baik qauliyah atau fi’liyah.
- Bergaul dengan ahklak yang baik.
- Membersihkan hati dan tindakan dari ahklak yang jelek dan dilanjutkan dengan perbuatan yang baik.
- Senantiasa bersemangat untuk mengembangkan ilmu dan bersungguh-sungguh dalam setiap aktifitas.
- Tidak boleh membeda-bedakan status, nasab, dan usia dalam mengambil hikmah dari semua orang.
- Membiasakan diri untuk menyusun dan merangkum pengetahuan.
Literatur : Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif oleh Jamal Ma’mur Asmani
Selasa, 25 Januari 2011
Pendidikan berbudaya dan berkarakter
“Untuk itu, saya memandang pendidikan yang berkarakter dan berbudaya harus segera diterapkan dalam kurikulum pendidikan nasional. Selain guru, orang tua juga punya kewajiban menerapkan pendidikan tersebut. Bahkan, orang tua merupakan kunci melindungi anak dari dampak buruk perkembangan teknologi,” kata Dekan Fakultas Bahasa Unissula, Prof Dr Retmono, dalam seminar ‘’Mencetak Pendidikan yang Berkarakter dan Berbudaya’’ di Aula Fakultas Hukum Unissula, baru-baru ini.
Padahal, ujar dia, bangsa Indonesia dulu sangat memegang teguh sopan santun. “Ironis jika saat ini bangsa Indonesia tak berpijak pada nilai-nilai budaya dalam bertindak atau bahkan tak memiliki karakter yang kuat. Untuk itu, pembinaan pada generasi muda menjadi hal yang urgen dilakukan saat ini,” tutur pakar pendidikan itu.
Psikolog dari Fakultas Psikologi Undip, Frieda NRH menuturkan, kelebihan dan kekuatan seseorang jika tak disertai karakter yang baik, akan menjadi kekurangan dan kelemahan yang berdampak dua kali lebih besar daripada kelebihan dan kekuatan orang itu.
Senin, 20 Desember 2010
LOMBA MENULIS; Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2011
Dalam rangka meningkatkan jumlah dan mutu buku-buku pengayaan untuk peserta didik dan meningkatkan motivasi menulis di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan, Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional akan menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2011 dengan total hadiah Rp1.080.000.000,00 (satu miliar delapan puluh juta rupiah).
TEMA PENULISAN
“Membangun manusia Indonesia yang religius, cerdas, bermartabat, mandiri, dan kompetitif di era global dalam rangka pengembangan budaya dan karakter bangsa bagi peserta didik.”
NASKAH YANG DISAYEMBARAKAN
Naskah yang disayembarakan adalah naskah buku pengayaan, yaitu buku yang memuat materi yang dapat memperkaya dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keterampilan, serta membentuk kepribadian peserta didik untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK.
PESERTA
Sayembara ini terbuka bagi para pendidik (berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan) dan tenaga kependidikan (pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar) pada pendidikan formal maupun nonformal, baik yang masih aktif maupun sudah pensiun. Peserta adalah perorangan, bukan tim.
BATAS PENGIRIMAN NASKAH
Naskah dikirim paling lambat tanggal 1 Maret 2011 (stempel pos) kepada:
Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010
Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Jln. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta 10002
HADIAH (Per Jenis Naskah) untuk 54 naskah pemenang:
1. Pemenang I : Rp 21.000.000,00
2. Pemenang II : Rp 20.000.000,00
3. Pemenang III : Rp 19.000.000,00
Hadiah dikenai PPh 15%.
PERSYARATAN
1. Naskah yang diajukan adalah:
a. karya asli,
b. tidak berseri,
c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain sebagian ataupun seluruhnya,
d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan
e. belum pernah diterbitkan sebagian ataupun seluruhnya.
Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah) oleh penulis naskah.
2. Melampirkan surat keterangan masih aktif bekerja dari lembaga pendidikan tempat bekerja atau fotokopi SK terkini atau fotokopi SK pensiun.
3. Melampirkan biodata yang ditandatangani oleh penulis naskah.
4. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Naskah diberi identitas, yakni:
a. judul naskah,
b. jenis naskah
c. peruntukan (peserta didik SD/MI, SMP/MTs, atau SMA/MA/SMK/MAK).
6. Keterampilan vokasional meliputi:
a. kerajinan kriya,
b. teknologi rekayasa,
c. teknologi pengolahan, dan
d. teknologi budidaya.
7. Naskah diketik dengan komputer dan dicetak (print out) pada kertas A4, 2 spasi, ukuran font 12, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, minimal 20 baris tiap halaman, batas margin tepi kertas 3 cm. Jumlah halaman isi (di luar halaman pendahulu/awal dan bagian belakang naskah): SD/MI: 60 s.d. 100 halaman, SMP/MTs.: 80 s.d. 150 halaman, SMA/MA/SMK/MAK: 100 s.d. 200 halaman. Khusus untuk puisi tidak terikat pada ketentuan jumlah baris dan batas margin tiap halaman.
8. Jika menggunakan gambar; ukuran dan jumlah harus proporsional, terintegrasi dengan teks, dan mendukung materi. Semua kutipan, foto, dan ilustrasi harus menyebutkan sumbernya.
9. Daftar pustaka wajib dibuat untuk pengayaan pengetahuan dan keterampilan.
10. Naskah buku pengayaan bukan termasuk buku pelajaran. Oleh karena itu, materi naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan alat evaluasi dalam bentuk pertanyaan, tes, LKS, atau bentuk lainnya.
KETENTUAN PENGAJUAN NASKAH
Isi naskah tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.
Naskah dikirim berupa ketikan asli dan dijilid rapi (bukan fotokopi atau dummy).
Setiap calon peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu (1) judul naskah.
PENJELASAN
Naskah yang dikirim ke Panitia menjadi milik Panitia dan tidak dikembalikan.
Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.
Pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang akan dilaksanakan pada peringatan Hari Buku Nasional tahun 2011. Para calon pemenang Sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dan menghadiri pengumuman pemenang. Calon pemenang yang tidak dapat mengikuti wawancara dianggap mengundurkan diri.
Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang Sayembara berada pada Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.
Informasi lebih lanjut tentang Sayembara dapat menghubungi Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, Telepon (021) 3804248, Pesawat 275, Faks. (021) 3458151, 3806229, email: bangnas_pusbuk@yahoo.com, serta melalui Situs Internet Pusat Perbukuan dengan alamat www.pusbuk.or.id.
Jakarta, 1 April 2010
Kepala Pusat Perbukuan,
Ttd
Dr. Sugijanto
Minggu, 12 Desember 2010
Teori Yang Melandasi Pembelajaran Sains
1. Teori Konstruktivisme
Belajar lebih dari sekedar mengingat. Bagi siswa, untuk benar-benar mengerti
dan dapat menerapkan ilmu pengetahuan, mereka harus bekerja untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu bagi diri mereka sendiri, dan selalu bergulat dengan ide-ide. Tugas pendidikan tidak hanya menuangkan atau menjejalkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi mengusahakan bagaimana agar konsep-konsep penting dan sangat berguna tertanam kuat dalam benak siswa.
Teori yang dikenal dengan constructivist theories of lerning menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasi informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisi aturan-aturan itu apabila tidak lagi sesuai. Hakekat dari teori konstruktivis adalah ide bahwa siswa harus menjadikan informasi itu miliknya sendiri (Nur dan Retno,2000:2).
Pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran menekankan pengajaran top down daripada bottom-up. Top down berarti bahwa siswa mulai dengan masalah kompleks untuk dipecahkan dan kemudian memecahkan atau menemukan (dengan bimbingan guru) keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan. Sedangkan pendekatan bottom-up tradisional yang mana keterampilan-keterampilan dasar secara tahap demi tahap dibangun menjadi keterampilan-keterampilan yang lebih kompleks. (Slavin, 1997 dalam Nur dan Retno,2000:7). Sehingga dapat dikatakan bahwa di dalam kelas yang terpusat pada siswa peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep atau prinsip bagi diri mereka sendiri, bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan kelas.
Lebih lanjut dikatakan bahwa salah satu konsep kunci dari teori belajar konstruktivis adalah pembelajaran dengan pengaturan diri (self regulated learning) yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan tentang strategi belajar efektif dan bagaimana serta kapan menggunakan pengetahuan itu (Nur dan Retno, 2000:12). Jadi apabila siswa memiliki strategi belajar yang efektif dan motivasi serta tekun menerapkan strategi itu sampai pekerjaan terselesaikan maka kemungkinan mereka adalah pelajar yang efektif.
Salah satu pendekatan dalam pengajaran konstruktivis yang sangat berpengaruh dari Jerome Bruner adalah belajar penemuan dimana siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui partisipasi aktif mereka sendiri dengan konsep dan prinsip dimana guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman serta dapat melakukan eksperimen yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. (Nur dan Retno,2000:10)
Pendekatan yang lain dalam pengajaran dan pembelajaran yang juga berlandaskan pada teori konstruktivis adalah pengajaran dan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pengajaran dan pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga Negara dan tenaga kerja (U.S. Department of Education and the National School-to-Work Office yang dikutip oleh Blanchard, 2001 dalam Nur,2001a:1).
Pada dasarnya CTL juga menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif proses belajar mengajar. PBM lebih diwarnai student centred daripada teacher centered. Sebagaian besar waktu PBM berlangsung dengan berbasis pada aktivitas siswa. Inquiry-Based Learning dan Problem-Based Learning disebut sebagai strategi CTL yang diwarnai student centered dan aktivitas siswa (University of Washington,2001 dalam Nur,2001a:7)
a. Teori Piaget
Teori belajar kognitif berkembang dari Piaget, Vygotsky dan teori pemrosesan informasi. Teori kognitif yang terkenal adalah teori Piaget. Dalam pandangan Piaget pengetahuan datang dari tindakan jadi perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya.
Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu : struktur, isi dan fungsi. (Dahar ,1988:179). Struktur atau skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya. Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Fungsi itu terdiri dari organisasi dan adaptasi. Semua organisme lahir dengan kecenderungan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Cara beradaptasi ini berbeda antara organisme yang satu dengan yang lain. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui 2 proses yaitu : assimilasi dan akomodasi. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungan. Dan proses akomodasi seseorang memerlukan modifikasi struktur mental yang ada untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan.
Menurut Slavin (dalam Nur :1998 : 27) implikasi dari teori Piaget dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1) Memfokuskan pada proses berfikir atau proses mental anak tidak sekedar pada produknya. Di samping kebenaran jawaban siswa, guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada jawaban tersebut.
2) Pengenalan dan pengakuan atas peranan anak-anak yang penting sekali dalam inisiatif diri dan keterlibatan aktif dalam kegaiatan pembelajaran. Dalam kelas Piaget penyajian materi jadi (ready made) tidak diberi penekanan, dan anak-anak didorong untuk menemukan untuk dirinya sendiri melalui interaksi spontan dengan lingkungan.
3) Tidak menekankan pada praktek-praktek yang diarahkan untuk menjadikan anak-anak seperti orang dewasa dalam pemikirannya.
4) Penerimaan terhadap perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan, teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh anak berkembang melalui urutan perkembangan yang sama namun mereka memperolehnya dengan kecepatan yang berbeda.
Dari uraian tersebut pembelajaran menurut konstruktivis dilakukan dengan memusatkan perhatian kepada berfikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya dan mengutamakan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran serta memaklumi adanya perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan yang dapat dipegaruhi oleh perkembangan intelektual anak.
b. Teori Vygotsky
Teori Vygotsky memberikan suatu sumbangan yang sangat berarti dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini memberi penekanan pada hakekat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan atau tugas itu berada dalam zone of proximal development daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. (Nur dan Retno,2000:4).
Teori Vigotsky dalam kegiatan pembelajaran juga dikenal apa yang dikatakan scaffolding (perancahan), dimana perancahan mengacu kepada bantuan yang diberikan teman sebaya atau orang dewasa yang lebih lompeten, yang berarti bahwa memberikan sejumlah besar dukungan kepada anak selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan kepada anak itu untuk mengambil tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu melakukannya sendiri. (Nur, 1998:32)
Implikasi dari teori Vygostky dalam pendidikan yaitu :
1) Dikehendaki setting kelas berbentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi di sekitar tugas-tugas dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah afektif dalam zona of proximal development.
2) Dalam pengajaran ditekankan scaffolding sehingga siswa semakin lama semakin bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri.
2. Teori Ausubel Tentang Belajar Bermakna (Meaningful)
Ausubel (dalam Dahar, 1988:137) mengemukakan bahwa belajar dikatakan bermakna (meaningful) jika informasi yang akan dipelajari peserta didik disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik sehingga peserta didik dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya. Ausubel (dalam Dahar ,1988 :142) juga menyatakan bahwa agar belajar bermakna terjadi dengan baik dibutuhkan beberapa syarat, yaitu : (1). Meteri yang akan dipelajari harus bermakna secara potensial, (2). Anak yang akan belajar harus bertujuan melaksanakan belajar bermakna sehingga mempunyai kesiapan dan niat untuk belajar bermakna.
Dikatakan lebih lanjut oleh Ausubel (Dahar ,1989 :141) ada tiga kebaikan dari belajar bermakna yaitu : (a) Informasi yang dipelajari secara bermakna lebih lama dapat diingat, (b) Informasi yang dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar berikutnya untuk materi pelajaran yang miri, (c) Informasi yang dipelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terjadi lupa.
3. Teori Bandura Tentang Modeling (Pemodelan)
Pemodelan merupakan konsep dasar dari teori belajar sosial yang
dikembangkan oleh Albert Bandura dan teori ini merupakan pengembangkan atau perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional. Melalui pembelajaran sosial seseorang dapat belajar melalui pengamatan (observation learning) terhadap suatu model.
Ciri model yang berpengaruh terhadap pengamat adalah model yang tampak menarik, dapat dipercaya, cocok dalam kelompok dan memberikan standar yang meyakinkan sebagai pedoman bagi pengamat.
Ada empat (4) elemen penting yang menurut Bandura perlu diperhatikan dalam pembelajaran melalui pengamatan yaitu ; (1). Atensi, (2). Retensi, (3). Reproduksi dan (4). Motivasi. (Dahar,1988:34)